Dua pecatur junior Aceh terganjal kejurnas
Monday, 11 October 2010 12:19
Sports
KUALASIMPANG - Dua pecatur junior Aceh dari sekolah catur LP3KI Banda Aceh, Anisah Faraliana (20) dan Famela Naridha (12), sudah berangkat menggunakan biaya sendiri ke Manado.
Tapi ternyata mereka masih terganjal untuk tampil di Kejuaraan Nasional Catur Ke-41 yang berlangsung 8-16 Oktober 2010 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Disebutkan, Anisah harusnya bertanding di Kelompok Umur (KU) Junior Putri A (usia 20 tahun) dan Famela di KU Junior Putri D (kurang dari 14 tahun).
Tetapi menurut informasi dari sekolah catur LP3KI Banda Aceh Cut Zulfayana yang menyampaikan keluhannya kepada Sekretaris Umum KONI Provinsi Aceh Muhammad Saleh dan Ketua Pengcab Percasi Kabupaten Aceh Tamiang, kedua atlitnya tidak bisa tampil karena tidak mendapat rekomendasi dari Pengprov Percasi Aceh.
“Atlet kami berangkat dengan menggunakan biaya sendiri agar dapat tampil di Kejurnas Manado. Tetapi Percasi Aceh tidak mendukung, malahan atlet kami dilarang untuk tampil oleh Percasi Aceh," sesal Cut Zulfayana baru-baru ini.
"Apa lah salahnya, kedua atlet LP3KI yang sudah berada di Manado direkomendasi atau diizinkan tampil oleh Pengprov, bukan malah sebaliknya melarang tampil di kejurnas,” tambah mantan pecatur putri Aceh itu kepada Waspada melalui telepon selularnya.
Percasi Aceh Tamiang sendiri sudah melaporkan persoalan tersebut kepada KONI Provinsi Aceh untuk mencari solusi terbaik, agar kedua atlit catur junior tersebut bisa tampil di kejurnas.
KONI Aceh juga diminta segera mengambil tindakan tegas terhadap Percasi Aceh yang sudah dilarang KONI Aceh untuk ikut kejurnas karena masa bhakti kepengurusannya sudah berakhir sejak Juli 2010.
Sekum KONI Aceh Muhammad Saleh ketika dihubungi membenarkan terjadinya kasus ini. “Kami sudah menerima informasi dan laporan dari berbagai pihak, termasuk Percasi Aceh Tamiang," tuturnya.
Saleh juga menyatakan kepengurusan Percasi Aceh memang sudah habis masa tugasnya hingga dilarang tampil di kejurnas.
KONI Aceh, menurutnya, telah menerbitkan rekomendasi untuk Anisah dan Famela, supaya bisa tampil di Kejurnas Manado. Rekomendasi tersebut segera dikirim melalui fax kepada Panitia Pelaksana Kejurnas dan PB Percasi di Jakarta, Senin ini.
“Ini satu-satunya solusi atau upaya terbaik agar persoalannya bisa selesai. Kita juga berharap agar kedua atlit tersebut bisa tampil di kejurnas,” katanya lagi.
Sports
KUALASIMPANG - Dua pecatur junior Aceh dari sekolah catur LP3KI Banda Aceh, Anisah Faraliana (20) dan Famela Naridha (12), sudah berangkat menggunakan biaya sendiri ke Manado.
Tapi ternyata mereka masih terganjal untuk tampil di Kejuaraan Nasional Catur Ke-41 yang berlangsung 8-16 Oktober 2010 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Disebutkan, Anisah harusnya bertanding di Kelompok Umur (KU) Junior Putri A (usia 20 tahun) dan Famela di KU Junior Putri D (kurang dari 14 tahun).
Tetapi menurut informasi dari sekolah catur LP3KI Banda Aceh Cut Zulfayana yang menyampaikan keluhannya kepada Sekretaris Umum KONI Provinsi Aceh Muhammad Saleh dan Ketua Pengcab Percasi Kabupaten Aceh Tamiang, kedua atlitnya tidak bisa tampil karena tidak mendapat rekomendasi dari Pengprov Percasi Aceh.
“Atlet kami berangkat dengan menggunakan biaya sendiri agar dapat tampil di Kejurnas Manado. Tetapi Percasi Aceh tidak mendukung, malahan atlet kami dilarang untuk tampil oleh Percasi Aceh," sesal Cut Zulfayana baru-baru ini.
"Apa lah salahnya, kedua atlet LP3KI yang sudah berada di Manado direkomendasi atau diizinkan tampil oleh Pengprov, bukan malah sebaliknya melarang tampil di kejurnas,” tambah mantan pecatur putri Aceh itu kepada Waspada melalui telepon selularnya.
Percasi Aceh Tamiang sendiri sudah melaporkan persoalan tersebut kepada KONI Provinsi Aceh untuk mencari solusi terbaik, agar kedua atlit catur junior tersebut bisa tampil di kejurnas.
KONI Aceh juga diminta segera mengambil tindakan tegas terhadap Percasi Aceh yang sudah dilarang KONI Aceh untuk ikut kejurnas karena masa bhakti kepengurusannya sudah berakhir sejak Juli 2010.
Sekum KONI Aceh Muhammad Saleh ketika dihubungi membenarkan terjadinya kasus ini. “Kami sudah menerima informasi dan laporan dari berbagai pihak, termasuk Percasi Aceh Tamiang," tuturnya.
Saleh juga menyatakan kepengurusan Percasi Aceh memang sudah habis masa tugasnya hingga dilarang tampil di kejurnas.
KONI Aceh, menurutnya, telah menerbitkan rekomendasi untuk Anisah dan Famela, supaya bisa tampil di Kejurnas Manado. Rekomendasi tersebut segera dikirim melalui fax kepada Panitia Pelaksana Kejurnas dan PB Percasi di Jakarta, Senin ini.
“Ini satu-satunya solusi atau upaya terbaik agar persoalannya bisa selesai. Kita juga berharap agar kedua atlit tersebut bisa tampil di kejurnas,” katanya lagi.



Komentar
Posting Komentar